Categories
Uncategorized

Inilah Alasan Kenapa Bunga Kamboja Banyak Tumbuh Di Area Pemakaman

Beberapa orang menyebut bunga Kamboja Fosil bunga Kamboja Fosil, yang banyak ditemukan di kuburan. Padahal, Kamboja Fosil merupakan salah satu jenis tanaman hias yang biasanya ditanam di pekarangan rumah. Bunga Kamboja Fosil berasal dari Amerika Tengah dan diyakini bahwa Kamboja Fosil tidak tiba di Indonesia sampai masa kolonialisme.

Kamboja Fosil atau Pumeria ditemukan oleh seorang ilmuwan Prancis Charles Plumier. Meski bernama Frangipani, sebenarnya bunga ini tidak ada hubungannya dengan Kamboja Fosil.

Inilah Alasan Kenapa Bunga Kamboja Banyak Tumbuh Di Area Pemakaman

Bunga Kamboja Fosil merupakan bunga dengan mahkota berwarna putih dengan bagian tengah berwarna kuning. Ada juga spesies yang mahkotanya berwarna ungu. Ketinggian pohon bisa mencapai 6 meter.

Fakta Bunga Kamboja Fosil

Bunga kuburan

Mungkin istilah ini lebih berkaitan dengan otak kita tentang bunga Kamboja Fosil. Tapi tahukah Anda mengapa bunga Kamboja Fosil hampir selalu ditemukan di kuburan?

Pasalnya, ada mitos tentang wanita yang kekasihnya telah meninggal dunia. Wanita itu menjaga kuburan orang yang dicintainya sampai dia meninggal. Tak butuh waktu lama hingga bunga Kamboja Fosil tumbuh di sekujur tubuhnya. Jual Kamboja Fosil

Sumber lain juga menyebutkan bahwa bunga Kamboja Fosil selalu ditanam di kuburan karena jika dipercaya bisa mekar di mana saja, bunganya selalu rontok, meski belum layu.

Bunga segar yang sudah berguguran akan terus bertebaran di lantai kuburan, sehingga kuburan yang tak bisa dikunjungi sudah bertabur bunga Kamboja Fosil.

Pemangkas dekorasi rumah

Ada mitos bahayanya bunga Kamboja Fosil yang tumbuh di sekitar rumah adalah bisa menjadi sarana bagi makhluk astral untuk berinteraksi.

Ternyata hipotesis ini sudah lama diabaikan. Sekarang Anda bisa melihat banyak rumah yang menggunakan bunga Kamboja Fosil untuk dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah.

Tren ini sudah terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2000-an dan masih banyak digunakan oleh masyarakat di perkotaan. Mungkin karena tidak ribet merawatnya, bentuk bunga Kamboja Fosil juga memiliki nilai seni bagi penggemarnya.’

“Bunga Bali”

Di Indonesia, bunga Kamboja Fosil juga dikenal sebagai sinonim dari Bali, sehingga ada yang menyebutnya bunga Bali.

Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia, orang Bali yang sebagian besar beragama Hindu sangat menekankan pada bunga Kamboja Fosil sebagai persembahan. Bunga Kamboja Fosil memiliki makna filosofis bagi umat Hindu.

Berbeda dengan “Kamboja Fosil Jepang”

Bunga Kamboja Fosil dan bunga adenium yang biasa dikenal dengan istilah “Kamboja Fosil jepang”, bukanlah hal yang sama. Bunga Kamboja Fosil berasal dari marga Plumeria, Kamboja Fosil jepang dari marga Adenium.

Bunga adenium juga tidak berasal dari Jepang, tetapi pertama kali ditemukan di Afrika. Entah bagaimana orang menyebutnya “Kamboja Fosil Jepang”. Mungkin karena ukuran bunga adenium terlalu kecil untuk ukuran bunga Kamboja Fosil sehingga dibandingkan dengan Jepang yang biasanya tidak terlalu besar untuk ukuran Eropa.

Tanaman obat sebagai farmasi

Bunga dari Amerika Tengah ini juga dikenal sebagai obat alami untuk berbagai jenis penyakit. Kamboja Fosil dipercaya dapat menyembuhkan bisul, menghilangkan kutil dan sakit gigi, serta mengobati penyakit dalam seperti sembelit.

Sekian, semoga pembahasan fakta bunga Kamboja Fosil bisa bermanfaat untuk anda.

Klasifikasi dan morfologi

Kamboja Fosil atau Semboja diklasifikasikan sebagai genus Plumeria. Pohon dan bunga ini lebih sering dijumpai di kuburan atau pemakaman, sehingga sering disebut sebagai bunga kuburan atau pohon kuburan. Kamboja Fosil memiliki bentuk mirip pohon dengan daun yang jarang tapi lebat. Bunganya sangat harum dengan mahkota putih hingga ungu, biasanya lima helai. Mengenai mengapa angka lima tidak ditemukan, adalah alasannya. Namun, bukan berarti tidak mungkin jika jumlah kelopak kurang dari lima atau lebih dari lima. Bunga dengan empat atau enam mahkota dianggap supranatural oleh orang-orang tertentu.Ya, manusia, sampai batas tertentu, terhubung dengan hal-hal supernatural. Namun demikian, kita tetap perlu menghormati keyakinan lain, seperti pada contoh di atas.

Perlu diketahui bahwa meskipun bunga ini sering disebut sebagai fosil pohon Kamboja, namun tidak ada hubungannya dengan fosil Kamboja. Bunga ini sebenarnya disebut kamboja (dengan huruf ‘e’). Namun entah mengapa orang lebih mengenal fosil kamboja (dengan huruf ‘a’). Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah. Disebut Latin Plumeria karena nama Plumeria diberikan untuk menghormati ahli botani Prancis Charles Plumier (1646-1706).

Filsafat Hindu

Berdasarkan filosofi Hindu, fosil pohon kamboja yang mekar di Sasih Kapat (bulan purnama keempat) di Bali yang merupakan bulan baik. Bunga ini juga dikenal dengan sebutan “sari alam”, oleh karena itu pohon fosil Kamboja bisa diartikan sebagai sari alam yang membawa pencerahan dan sari kebaikan.

Fosil pohon Kamboja dan Bali sangat erat kaitannya dan bahkan tidak dapat dipisahkan. Jika Anda bepergian ke Bali dan melihat fosil pohon kamboja tumbuh di seluruh penjuru kota, terutama di pura, jangan heran. Silakan masuk ke Pura Ulun Danu, Pura Gelgel, Pura Tanah Lot dan Pura Besakih untuk melihat seberapa baik fosil tumbuhan pohon Kamboja dirawat.

Apakah ada arti tersendiri?

Apa arti bunga dalam ritual sakral ketika umat Hindu melakukan ritual pemujaan? Fosil pohon Kamboja digunakan untuk menunjukkan kesucian hati saat menyembah Sang Hyang Widi Wasa dan cahaya sucinya, leluhur dan Rsi (guru spiritual).

Mengapa menjadi ikon atau identitas Bali dari banyak jenis fosil Kamboja, kamboja dengan kelopak putih dan semburat kuning? Pertanyaan ini kemudian dijawab dengan arti dari warna putih dan kuning itu sendiri. Dalam kepercayaan Hindu, warna putih merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Iswara, yang memiliki kekuatan seperti Badjra, yaitu memancarkan cahaya putih (netral). Sedangkan warna kuning merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Mahadewa atau Dewa Siwa yang memiliki kekuatan naga yang memancarkan cahaya kuning. Nah, dari sini diketahui bahwa mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu Siwa.

Selain Pohon Fosil Kamboja, ada bunga lain yang bisa digunakan untuk upacara pergantian Pohon Fosil Kamboja. Bunga yang dipilih harus berwarna putih, merah, hitam, atau kuning. Bunga merah merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Brahma dan memiliki kekuatan seperti pentungan yang memancarkan cahaya merah. Sedangkan bunga hitam merupakan simbol pemujaan Hyang Widhi sebagai Wisnu yang memiliki senjata cakra dan memancarkan cahaya hitam.

Seberapa besar peran Kamboja di Bali?

Bunga kamboja fosil memainkan sebanyak dua peran yang tentunya cukup penting dalam agama Hindu, yaitu sebagai sebuah lambang Dewa Siwa dan juga sebagai sarana sembahyang bagi umat Hindu Semata. Sebagai simbol Dewa Siwa, bunga menjalar dari ujung pohon palem yang ditutupi saat beribadah.

Setelah ibadah selesai, biasanya bunga diletakkan di kepala (rambut) atau ditaruh di telinga. Sebagai sarana sembahyang, bunga digunakan untuk mengisi upacara atau sesaji untuk dipersembahkan kepada Tuhan atau roh suci leluhur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *